Liverpool

Liverpool

Jumat, 04 November 2011

Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

LEMBAR PENGESAHAN
Nama   : Agil Bayu Rizkian
Nim    
Judul   : UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN PENJAS (PTK Terhadap Siswa Kelas X 1 SMA NEGERI 3 SLAWI)










Mengetahui,
Pembimbing Akademik



Suherman Slamet M.pd
Nip.


DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan       …………………………………………….  i
Daftar Isi                       …………………………………………….  ii
Judul                              …………………………………………….  1
Latar Belakang              …………………………………………….  1
Identifikasi Masalah      …………………………………………….  4
Rumusan Masalah                   …………………………………………….  5
Pemecahan Masalah      …………………………………………….  5
Tujuan Penelitian           …………………………………………….  5
Manfaat Penelitian                  …………………………………………..... 6
Kerangka Teoritik                   …………………………………………….  7
Hipotesis Tindakan       …………………………………………….  9
Rencana Penelitian                  …………………………………………….  9
Jadwal Penelitian           …………………………………………….  10
Daftar Pustaka               …………………………………………….  11

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN YANG BERVARIASI PADA PEMBELAJARAN PENJAS (PTK Terhadap Siswa Kelas X 1 SMA NEGERI 3 SLAWI)

A. Latar Belakang
Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktifitas jasmani yang direncanakn secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara neuromuskuler, psikomotorik, kognitif, afektif dan emosional. Adapun menurut Lutan (1995) yang dikutip oleh sugiyanto (2000:24) menjelaskan bahwa pendidikan jasmani adalah “ pendidikan jasmani sebagai proses pendidikan via gerak insani (human movment) yang dapat berupa aktivitas jasmani, permainan atau olahraga untuk mencapai tujuan pendidikan”. Aktivitas jasmaninya diupayakan untuk meningkatkan ketrampilan motorik dan nilai nilai fungsional yang mencakup kognitif, afektif dan social (Cholik dan lautan, 1996). Dengan melalui kegiatan pendidikan jasmani peserta didik diharapkan mampu melewati proses tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkatannya. Pendidikan jasmani memiliki fungsi dan tujuan untuk menumbuh kembangkan seluruh aspek yang dimiliki peserta didik. Aspek aspek tersebut mencakup ranah psikomotor, kognitif dan afektif.
Aspek psikomotor dalam pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas jasmani (fisik) yang bertujuan mengembangkan kemampuan gerak siswa. Aspek kognitif dalam pendidikan jasmani adalah pendidikan jasmani berupaya mengembangkan kemampuan berfikir kritis, tepat dan cepat serta daya nalar melalui berbagai teori dan praktik yang terkait dengan aktivitas olahraga dan permainan, uji diri, aktivitas pendidikan luar kelas (Outdoor Education) dan pemahaman konsep pola hidup sehat. Sedangkan pada akfektif dalam pendidikan jasmani adalah program pendidikan jasmani menitikberatkan pada pembentukan sikap dan sifat untuk membentuk kepribadian yang baik yang sesuai dengan norma dan etika dimasyarakat. Sukintaka (2001:38) mengemukakan tujuan pendidikan jasmani sebagai berikut :
……. Tujuan pendidikan jasmani terdiri dari empat ranah yakni : 1. Jasmani 2. Psikomotorik     3. Afektif 4. Kognitif. Ke empat ranah ini merupakan tujuan sementara kalau dipandang bahwa pendidikan jasmani itu merupakan bagian dari pendidikan, dan tujuan pendidikan merupakan tujuan akhir.
Dalam hal ini purwanto (1985:88) pun menjelaskan tentang tujuan pendidikan jasmani yaitu:
1. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan badan, seperti alat alat pernafasan, peredaran darah, pencernaan makanan, melatih otot otot dan urat syaraf, melatih kecepatan dan ketangkasan, dst.
2. Membentuk budi pekerti anak, seperti melatih kesabaran, keberanian, kejujuran, sportifitas, taat pada aturan, kesukaran, dan kerajinan bekerja, dsb.
3. Memupuk perasaan sosial, seperti tolong menolong, bekerja sama, setia kawan (solidaritas), dsb yang umumnya dapat dicapai dengan permainan permainan rombongan dan bekerja kelompok.
4. Memupuk perkembangan fungsi fungsi jiwa, seperti kecerdasan, ingatan, perasaan, kemauan, dsb.
Meskipun tujuan pendidikan jasmani sangat majemuk, akan tetapi dalam setiap proses pembelajarannya harus sesuai dengan tahap tahap perkembangan dan pertumbuhan peserta didik agar mereka dapat mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dengan baik. Guru harus mempunyai beragam kemampuan yang dapat menunjang tugasnya agar tujua pembelajaran dapat tercapai, dan salah satu tuntutannya adalah memiliki kreasi dan daya inovatif seorang guru dalam mengembangkan model model pembelajaran.
Dalam konteks pembelajaran, model adalah suatau penyajian fisik atau konseptual dari system pembelajaran, serta berupaya menjelaskan keterkaitan berbagai komponen system pembelajaran kedalam suatu pola/kerangka pemikiran yang disajikan secara utuh. Sedangkan model pembelajaran menurut joyce and weil, 1992) adalah perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial untuk menentukan perangkat perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku buku, film, computer, kurikulum dll. Salah satu kegiatan guru dalam proses pembelajaran adalah memilih dan menetapkan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik bahan ajar, tujuan yang akan dicapai dan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam memilih dan menetapkan model pembelajaran akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi peserta didik akan lebih mudah menerima dan dapat berkosentrasi sepenuhnya pada suatu ketrampilan yang diajarkan, selain itu juga dapat mengurangi rasa bosan. Menerapkan model pembelajaran yang menarik bagi siswa tidak mudah, perlu daya kreatif dan inovatif serta kecermatan dari guru dalam menentukan dan menetapkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan bahan ajar yang akan diberikan kepada peserta didik sehingga tercipta proses belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan. Oleh karena itu, guru harus menguasai beberapa jenis jenis model pembelajaran agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan studi pendahuluan, ternyata dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI khususnya kelas X 1, persoalan belajar yang sering dijumpai adalah siswa sulit menerima materi yang disampaikan oleh guru dan siswa merasa bosan dengan proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan kurangnya minat belajar siswa dalam pembelajaran penjas. Faktor ini disebabkan karena guru selalu menggunakan model pembelajaran Sport Education (Pendidikan Olahraga) dan guru tidak pernah menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Oleh karena itu, semakin tepat dan cocok suatu model pembelajaran yang dipakai, maka semakin mudah tujuan pembelajaran dapat tercapai dan menyenangkan. Model pembelajaran efektif yang digunakan dalam proses pembelajaran bergantung pada bermacam macam faktor antara lain tujuan yang akan dicapai, kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran, kemampuan siswa, besarnya jumlah siswa yang akan diajar, waktu dan fasilitas yang tersedia.
Dalam memilih suatu model pembelajaran untuk meningkatkan dan mengembangkan minat dan hasil belajar siswa, guru dituntut mampu merancang model pembelajaran yang lebih tepat serta penerapan bahan ajar yang variatif. Dari pernyataan tersebut salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI khususnya kelas X 1 adalah penggunaan model yang tepat dalam pembelajarannya. Lembaga pendidikan khususnya sekolah mempunyai tanggung jawab yang cukup besar dalam mengantisipasi masalah seperti ini, sehingga perlu adanya penelitian yang cermat untuk mengungkap fakta apa adanya dan memberikan solusi atau pemecahan masalahnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui mengapa dengan menggunakan model pembelajaran sport education (pendidikan olahraga), minat siswa kelas X 1 di SMA NEGERI 3 SLAWI terhadap pembelajaran penjas sangat kurang sekali. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi pihak yang terkait, terutama dengan penggunaan model pembelajaran yang tepat dan cocok dalam pembelajaran penjas.
Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk mengambil judul : “UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN YANG BERVARIASI PADA PEMBELAJARAN PENJAS (PTK Terhadap Siswa Kelas X 1 SMA NEGERI 3 SLAWI)
B. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Pengaruh penggunaan model pembelajaran sport education (pendidikan olahraga) yang tidak bervariasi dapat mengurangi minat belajar siswa kelas X 1 dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI.
2. Kurangnya pemahaman guru penjas dalam memahami model model pembelajaran.
3. Kurangnya kreatifitas dan inovasi guru penjas dalam memberikan pembelajaran.



C. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah penggunaan model pembelajaran sport education (pendidikan olahraga) dan penggunaan model pembelajaran yang selalu monoton (tidak bervariasi), mempengaruhi minat belajar siswa kelas X 1 dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI?
2. Apakah penggunaan model pembelajaran yang bervariasi dan tepat dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas X 1 dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI?
D. Pemecahan Masalah
Sebagai upaya peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan model yang bervariasi dan mengandalkan kreatifitas dan pemahaman guru tentang model model pembelajaran penjas untuk siswa kelas X 1 di SMA NEGERI 3 SLAWI, peneliti mempunyai beberapa alternatif antara lain :
1. Guru harus memperdalam pengetahuannya tentang model model pembelajaran serta meningkatkan kreatifitasnya.
2. Guru harus menguasai model model pembelajaran penjas, yang tujuannya agar guru mampu menempatkan model yang tepat dalam materi pembelajaran.
3. Dengan pemberian motivasi dari guru dapat membantu siswa yang kesulitan untuk memahami materi pelajaran.
E. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh temuan mengenai kurangnya minat siswa dalam pembelajaran penjas dengan menggunakan model pembelajaran sport education (pendidikan olahraga) dan tidak bervariasinya dalam penggunaan model pembelajaran pada siswa kelas X 1 di SMA NEGERI 3 SLAWI. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan bukti kebermaknaan program pendidikan jasmani melalui proses pembelajarannya yang mampu menumbuhkembangkan seluruh aspek yang dimiliki siswa, khusunya aspek psikologis dan sosial.
2. Tujuan Khusus
Adapun yang menjadi tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:
2.1 Untuk mengetahui mengapa dengan menggunakan model pembelajaran sport education (pendidikan olahraga) yang monoton (tidak bervariasi), dapat mengurangi minat siswa dalam pembelajaran penjas pada siswa kelas X 1 di SMA NEGERI 3 SLAWI.
2.2  Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dan tepat, mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas X 1 dalam pembelajaran penjas di SMA NEGERI 3 SLAWI.
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan kajian dan masukan bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan proses pembinaan dan pengembangan program pembelajaran pendidikan jasmani khusunya pada upaya menumbuhkembangkan aspek psikomotor, kognitif dan afektif.
1. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi bagi para peneliti atau pihak lain yang hendak meneliti masalah masalah yang berhubungan dengan penggunaan model model pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang mempengaruhi minat belajar siswa.

2. Manfaat Praktis
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran pendidikan jasmani terhadap minat belajar siswa, serta untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa sehingga pihak pihak yang berkepentingan dapat mencari alternatif pemecahan masalah tersebut guna meningkatkan minat belajar siswa.
G. Kerangka Teoritik
Mengajar adalah perbuatan yang kompleks. Perbuatan yang kompleks dapat diterjemahkan sebagai penggunaan sejumlah komponen secara integatif yang terkandung dalam perbuatan mengajar itu untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pada dasarnya belajar bagi seseorang merupakan hasil interaksi antara berbagai fakor yang saling mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang memberi masukan dan motivasi terhadap seseorang yang berasal dari dalam dirinya sendiri, seperti minat, bakat dan kebiasaan belajar dll. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar individu tersebut, seperti lingkungan dan kelengkapan sumber belajar dll.
Minat juga mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa, disamping itu guru juga harus mempunyai kreatifitas yang tinggi agar siswa mampu termotivasi dalam pembelajaran. Apabila siswa tidak berminat untuk mempelajari sesuatu maka hasil belajarnya tidak akan maksimal, sebaliknya jika siswa mempelajari sesuatu dengan penuh minat, maka dapat dipastikan proses dan hasil belajar akan lebih maksimal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam pembelajaran, seperti materi ajar, sarana prasarana, model pembelajaran yang digunakan dll. Untuk materi ajar biasanya siswa lebih menyukai materi materi yang mengandung permainan, kekompakan, kerjasama dan kompetisi. Sarana prasarana juga sangat mempengaruhi minat belajar siswa, karena jika di suatu sekolah yang mempunyai kelengkapan sarana dan prasarana, siswa akan bertindak kreatif dan selalu termotivasi untuk melakukan suatu kegiatan belajarnya. Dalam konteks pembelajaran, model adalah suatau penyajian fisik atau konseptual dari system pembelajaran, serta berupaya menjelaskan keterkaitan berbagai komponen system pembelajaran kedalam suatu pola/kerangka pemikiran yang disajikan secara utuh. Sedangkan model pembelajaran menurut joyce and weil, 1992) adalah perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial untuk menentukan perangkat perangkat pembelajaran termasuk didalamnya buku buku, film, computer, kurikulum dll. Untuk model pembelajaran mempunyai pengaruh yang kuat terhadap minat belajar siswa karena siswa akan lebih tertarik dengan model pembelajaran yang bervariasi. Dalam prakteknya, yang harus diingat guru adalah tidak ada model pembelajaran yang paling terbaik, namun model pembelajaran yang paling tepat dan cocok diterapkan dalam pembelajaran. Model pembelajaran akan menjadi tepat jika memperhatikan kondisi siswa, sifat materi dan bahan ajar, fasilitas dan prasarana dan kondisi guru itu sendiri.

 Menurut joyce dan Weil (1980) ada beberapa kegunaan dari model pembelajaran :
1. Memperjelas hubungan fungsional diantara berbagai komponen, unsure dan elemen system tertentu.
2. Prosedur yang akan ditempuh dalam melaksanakan kegiatan kegiatan dapat diidentifikasikan secara tepat.
3. Dengan adanya model maka kegiatan yang dicakupnya dapat dikendalikan.
4. Model akan mempermudah para administrator untuk mengidentifikasikan komponen, elemen yang mengalami hambatan, jika kegiatan yang dilaksanakan tidak efektif dan produktif.
5. Mengidentifikasi secara tepat cara cara untuk mengadakan perubahan jika terdapat ketidak sesuaian dari apa yang telah dirumuskan.
6. Guru dapat menyusun tugas tugas belajar siswa menjadi suatu keseluruhan yang terpadu.
Banyak terdapat guru pendidikan jasmani diluar sana masih menggunakan model pembelajaran yang tidak bervariasi (monoton), yang akibatnya mengurangi minat belajar siswa dalam pembelajaran. Dalam menetukan model pembelajaran yang tepat, disini sangat dibutuhkan kemampuan dan kreatifitas seorang guru pendidikan jasmani, seberapa dalam pengetahuan guru tentang model model pembelajaran penjas.



Berdasarkan uraian anggapan diatas, maka kerangka teoritik dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Oval: MODEL PEMBELAJARAN YANG BERVARIASI
(Y)
MINAT BELAJAR SISWA
(X)
 
 


MINATMMM



H. Hipotesis Tindakan
Adapun hipotesis tindakan yang diajukan adalah sebagai berikut :
Dengan penggunaan model pembelajaran yang bervariasi dan pengetahuan guru tentang pemahaman model model pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran penjas.
I. Rencana Penelitian
Dalam rencana penelitian disini subyek yang akan diteliti adalah siswa kelas X 1 SMA NEGERI 3 SLAWI, Kabupaten Tegal. Pertimbangan penulis mengambil subyek siswa kelas X karena dalam masa ini siswa yang baru lulus dari SMP masih sangat labil kondisi psikologisnya dan sifat kedewasaan belum begitu tumbuh dan berkembang, jadi jiwa bermainnya masih cukup tinggi (lebih suka bermain), sedangkan disini siswa dihadapkan dengan masalah penerapan model pembelajaran sport education yang dimana model ini menekankan pada penguasaan teknik dasar dan siswa dituntut harus bisa dalam melakukan suatu ketrampilan. Didalam penelitian ini, peneliti mengambil lokasi di SMA NEGERI 3 SLAWI, Kabupaten Tegal. Peneliti mengambil pertimbangan lokasi ini karena peneliti pernah bersekolah di SMA tersebut (Alumni), sehingga memudahkan dalam penelitian.

J. Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk siswa kelas X 1 di SMA NEGERI 3 SLAWI, Kabupaten TEGAL. Penelitian  ini  berlangsung  pada  tanggal  21  Oktober  2011  sampai  dengan  tanggal 22 Oktober 2011. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012.

















Daftar Pustaka
·         Lutan, Rusli (1988). Belajar Ketrampilan Motorik, Pengantar Teori Dan Metode. Jakarta: Depdikbud Dirjen Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
·         Juliantine, Tite dkk (2011). Model Model Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Bandung : Photo Copy FPOK





0 komentar:

Poskan Komentar